Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat Daya menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di institusi pendidikan. Kunjungan resmi dilaksanakan ke Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) untuk memenuhi undangan dalam rangka kegiatan Asesstment Lapangan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk Program Studi Sosiologi.
Kunjungan ini diwakili langsung oleh Kadiv. Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Provinsi Papua Barat Daya, Fatmawati.
Dalam suasana yang hangat namun fokus, KPU Provinsi Papua Barat Daya diterima oleh salah satu Asesor BAN-PT, Bapak Dr. Awaluddin Hamzah, S.P., M.Si.
Pertemuan tersebut menjadi ajang penting untuk menggali sinergi antara dunia akademik dan praktik kepemiluan.
Bapak Awaluddin Hamzah secara spesifik menanyakan beberapa poin krusial:
* Seberapa banyak lulusan UNAMIN yang saat ini berkarya di lingkungan KPU se-Provinsi Papua Barat Daya?
* Kontribusi nyata apa saja yang telah diberikan oleh para alumni UNAMIN dalam mendukung kerja-kerja KPU?
* Harapan dan masukan strategis apa yang bisa disampaikan KPU kepada UNAMIN agar dapat menghasilkan lulusan yang semakin relevan dan berdaya saing di masa depan?
Menjawab hal tersebut, Ibu Fatmawati menyampaikan apresiasi sekaligus harapan KPU, yang menjadi sorotan dalam peningkatan kualitas SDM:
* Relevansi Lulusan Teruji: Ibu Fatmawati menegaskan bahwa secara umum, lulusan UNAMIN telah berhasil menjawab kebutuhan akan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten di lingkungan KPU se-Provinsi Papua Barat Daya. Hal ini membuktikan bahwa kurikulum yang diajarkan UNAMIN sangat relevan dengan tuntutan kerja lembaga penyelenggara pemilu.
* Pentingnya Public Speaking: Sebagai lembaga pelayanan publik, KPU menuntut setiap SDM untuk mampu berkomunikasi dengan baik. Oleh karena itu, KPU Papua Barat Daya berharap UNAMIN dapat membekali mahasiswanya dengan ilmu public speaking yang mumpuni. Keterampilan komunikasi yang baik dianggap sebagai kebutuhan vital di dunia kerja, khususnya bagi KPU yang harus aktif bersosialisasi, mengedukasi, dan berinteraksi dengan masyarakat luas.
* Perlu adanya mata kuliah terkait kepemiluan: Dalam hal ini KPU berkepentingan agar Pemilu memiliki legitimasi tinggi dan partisipasi optimal. Mahasiswa yang lulus mata kuliah ini menjadi agen sosialisasi yang efektif. Mereka memiliki literasi Pemilu yang baik dan mampu mengedukasi masyarakat di lingkungannya, membantu KPU dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang proses dan pentingnya Pemilu.
Dengan adanya dialog ini, KPU tidak hanya berpartisipasi dalam proses akademik, tetapi juga memperkuat jembatan antara kebutuhan dunia kerja dan kurikulum pendidikan. Kunjungan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara lembaga penyelenggara pemilu dan perguruan tinggi adalah kunci untuk mencetak SDM yang unggul dan berintegritas.
Diharapkan, sinergi yang terjalin semakin solid, menciptakan lingkaran positif di mana alumni UNAMIN dapat terus memberikan kontribusi maksimal bagi suksesnya demokrasi di Papua Barat Daya.